ALAT 01 · AVIXA DISCAS
Berapa inci layar yang masih terbaca dari kursi paling belakang, dan apakah plafon Anda cukup untuk layar itu.
Menentukan ukuran layar bukan soal selera, dan bukan soal ukuran ruangan. Yang menentukan adalah **jarak penonton terjauh** dan **jenis konten** yang ditampilkan. Kalkulator ini memakai metode DISCAS — metode yang sama yang dipakai konsultan AV untuk menghitung, bukan mengira-ngira.
Empat sumber halaman pertama Google Indonesia menerbitkan empat rumus jarak pandang yang saling bertentangan, dan tidak satu pun menyebut standarnya. Halaman ini menunjukkan perhitungannya.
- Standar
- AVIXA V202.01
- Diverifikasi
- 2026-08 · ACTA
- Tabel acuan
- 2 tabel
Buka kalkulator →
ALAT 02 · SABINE / EYRING
Berapa lama suara menggantung di ruangan Anda, dan berapa meter persegi panel akustik yang harus masuk RAB.
Kalau ruangan terdengar "bergema" dan peserta rapat sering minta pengulangan, masalahnya hampir selalu bukan speaker — melainkan waktu dengung. Menambah daya audio di ruang yang terlalu dengung justru memperburuk kejelasan.
Kalkulator ini menghitung RT60 per pita oktaf, memilih model Sabine atau Eyring secara otomatis, dan mengubah hasilnya menjadi kebutuhan absorpsi dalam m² — angka yang bisa langsung masuk RAB.
- Standar
- ISO 3382-1 · IEC 60268-16
- Diverifikasi
- 2026-08 · ACTA
- Tabel acuan
- 3 tabel
Buka kalkulator →
ALAT 03 · THROW + KECERAHAN
Berapa jarak lensa ke layar, dan — yang lebih sering gagal di ruangan Indonesia — apakah lumennya cukup.
Jarak lempar (throw distance) itu bagian yang mudah. Yang membuat proyektor gagal di Indonesia hampir selalu **kecerahan**: jendela besar, tirai seadanya, dan cahaya tropis sepanjang tahun.
Kalkulator ini menghitung keduanya, dan akan menyarankan LED direct-view kalau kebutuhan lumen sudah tidak masuk akal untuk proyektor — termasuk ketika itu berarti ACTA kehilangan penjualan proyektor.
- Standar
- ANSI/AVIXA V201.01:2021 · ISO 21118:2020
- Diverifikasi
- 2026-08 · ACTA
- Tabel acuan
- 4 tabel
Buka kalkulator →