ACTA

ARSITEKTUR RUANG · 02

Auditorium 200 Kursi

Pada 200 kursi, panel datar sudah habis dan akustik berhenti menjadi urusan interior. Halaman ini menghitung di titik mana keduanya berpindah tangan.

Ruangan acuan

Dimensi
22,0 × 14,0 × 7,0 m
Kapasitas
200 kursi
RT60 hitungan
1,99 detik
Layar minimum
254 inci
Ditinjau

ANSI/AVIXA V202.01 · ISO 3382-1 · ISO 9613-1 · ISO 21118 · IEC 60268-16

DITULIS TANGAN · ANGKA DARI KALKULATOR

Auditorium dua ratus kursi adalah ukuran yang paling banyak dibangun kampus, rumah sakit, dan kantor pemerintah daerah di Indonesia. Ukurannya cukup besar untuk membuat setiap kesalahan mahal, dan cukup kecil untuk sering dikerjakan tanpa konsultan akustik.

Dua keputusan di halaman ini saling mengunci. Lebar citra ditentukan jarak kursi terjauh, dan lebar citra itulah yang menentukan berapa lumen yang dibutuhkan proyektor — karena luas layar naik kuadratik terhadap lebarnya. Karena itu angka proyektor di bawah tidak dimasukkan tangan: lebarnya diambil langsung dari hasil perhitungan layar di baris sebelumnya.

Prosa, daftar kegagalan, dan rekomendasi sistem di halaman ini ditulis tangan untuk ruangan ini.

Berapa angka acuan untuk ruangan ini?

25 baris

Setiap baris di bawah dihitung ulang saat halaman ini dibangun, oleh mesin yang sama dengan kalkulator publik di situs ini. Kolom terakhir menyebut mesin dan standarnya, supaya Anda bisa memeriksanya sendiri, bukan mempercayainya.

Angka acuan — Auditorium 200 Kursi
ParameterNilaiDihitung oleh
Dimensi (P × L × T)22,0 × 14,0 × 7,0 mAsumsi arketipe (lihat catatan rancangan)
Volume ruangan2.160 m³Kalkulator RT60 · ISO 3382-1
Luas permukaan total1.120 m²Kalkulator RT60 · ISO 3382-1
Kepadatan hunian0,649 orang/m²Kalkulator RT60 · ISO 3382-1
Waktu dengung hitungan (pita tengah)1,99 detikKalkulator RT60 · ISO 3382-1 · model Sabine
Target waktu dengung0,8–1,1 detikKalkulator RT60 · ISO 3382-1 · Auditorium / aula serbaguna (pidato)
Waktu dengung 125 Hz2,7 detikKalkulator RT60 · koefisien ISO 354
Rasio bass (125 Hz ÷ pita tengah)1,36×Kalkulator RT60 · ISO 3382-1
Serapan tambahan yang dibutuhkan168 m² sabinKalkulator RT60 · ISO 3382-1
Setara panel akustik 50 mm199 m²Kalkulator RT60 · ISO 3382-1 · NRC 0,85
Jarak kritis (Dc)2,88 mKalkulator RT60 · ISO 3382-1 · Q = 2
Frekuensi Schroeder60,8 HzKalkulator RT60 · ISO 3382-1
Kecenderungan kejelasan bicaraCenderung gagalKalkulator RT60 · kecenderungan, bukan nilai STI
Jarak penonton terjauh19,0 mAsumsi arketipe (lihat catatan rancangan)
Tinggi citra minimum3,17 mKalkulator Ukuran Layar · ANSI/AVIXA V202.01 · BDM
Lebar citra minimum5,63 mKalkulator Ukuran Layar · ANSI/AVIXA V202.01 · BDM
Diagonal minimum254 inciKalkulator Ukuran Layar · ANSI/AVIXA V202.01
Panel komersial terkecil yang memenuhiDi luar panel komersialKalkulator Ukuran Layar · ANSI/AVIXA V202.01
Tinggi puncak citra dari lantai4,37 mKalkulator Ukuran Layar · ANSI/AVIXA V202.01 · bawah citra 1,2 m
Jarak penonton terdepan minimum4,75 mKalkulator Ukuran Layar · ANSI/AVIXA V202.01
Jarak lempar proyektor8,44 mKalkulator Proyektor · ISO 21118 · rasio lempar 1,5
Luas bidang layar17,8 m²Kalkulator Proyektor · ISO 21118
Kecerahan efektif di layar27,4 fLKalkulator Proyektor · ISO 21118 · 7.000 lumen, cadangan lampu
Target kecerahan22 fLKalkulator Proyektor · ISO 21118 · ambient terkontrol
Lumen minimum untuk target5.629 lumenKalkulator Proyektor · ISO 21118

Angka hitungan, bukan hasil pengukuran. Nilai yang mengikat di dokumen kontrak adalah nilai terukur di ruangan yang sudah jadi.

Bagaimana layar itu duduk di ruangan

Gambar di bawah dibuat oleh komponen yang sama dengan yang dipakai kalkulator ukuran layar, dan diberi jawaban yang sama dengan tabel di atas — sehingga gambar dan tabel tidak bisa berbeda. Di bawahnya ada tabel data yang memuat isi gambar dalam bentuk teks.

Potongan memanjang ruanganPotongan memanjang ruang sedalam 19,0 m dengan plafon 7,0 m. Layar 254" dipasang di dinding depan, bawah gambar 1,2 m dari lantai, tinggi gambar 3,17 m. Garis pandang ditarik dari mata penonton terdepan dan terjauh ke tepi atas dan bawah gambar.TERDEPANTERJAUH7,0 m3,17 m1,2 m19,0 m ke mata penonton terjauh
Potongan memanjang. Garis putus-putus adalah tinggi mata duduk; garis pandang ditarik ke tepi atas dan bawah gambar.
Data diagram — potongan ruang
ParameterNilaiCatatan
Kedalaman ruang (ke mata kursi terakhir)19,0 mKe MATA penonton di kursi terakhir, bukan ke dinding belakang.
Tinggi plafon7,0 mKe plafon jadi, bukan ke pelat beton.
Plafon minimum yang dibutuhkan4,37 mCukup.
Layar254"Di luar ukuran panel komersial
Tinggi gambar3,17 m16:9 — Penuh
Lebar gambar5,63 m
Bawah gambar dari lantai1,2 mAturan 1,2 m untuk baris di belakang baris pertama.
Atas gambar dari lantai4,37 m
Tinggi mata duduk1,15 mBawaan 1,15 m — postur duduk orang dewasa Indonesia.
Penonton terdepan4,75 mOtomatis: 1,5 × tinggi gambar.
Penonton terjauh19,0 m
Sudut pandang vertikal ke atas gambar9,61°Dari mata penonton terjauh. Geometri, bukan batas standar.

Asumsi yang menghasilkan angka itu

Ganti satu asumsi di bawah dan seluruh tabel berubah. Itulah sebabnya asumsinya ditulis, bukan disembunyikan di balik kata “standar industri”.

Asumsi arketipe

  • Dimensi 22 × 14 m dengan tinggi bersih 7 m adalah proporsi auditorium datar atau berundak landai untuk dua ratus kursi, termasuk area panggung dangkal dan gang samping.
  • Material dipilih pada kondisi apa adanya: karpet tipis di area duduk, dinding bata berplester, plafon gypsum, tanpa bidang kaca besar. Ini adalah ruangan sebelum ada pekerjaan akustik, bukan ruangan yang sudah dirawat.
  • Jarak penonton terjauh 19 m adalah mata penonton di baris terakhir, bukan dinding belakang. Konten dihitung pada %EH 3, yaitu presentasi dengan elemen besar — auditorium yang juga dipakai membaca tabel harus dihitung ulang pada %EH 2 dan hasilnya akan jauh lebih besar.
  • Volume ruangan melewati ambang di mana serapan udara mulai berpengaruh, sehingga kalkulator RT60 memasukkannya pada pita 4 kHz mengikuti ISO 9613-1. Ini adalah salah satu perbedaan nyata antara ruang rapat dan aula, dan sering diabaikan pada perhitungan yang disalin dari ruangan kecil.
  • Parameter proyektor pada tabel — rasio lempar 1,5 dan layar gain 1,0 pada kondisi ambient terkontrol — adalah titik awal yang harus diperiksa terhadap lensa dan layar yang benar-benar dibeli. Pergeseran lensa dan offset vertikal tidak dimodelkan.

Apa yang biasanya salah di ruangan seperti ini

Ketiganya kami temui berulang di lapangan, dan ketiganya menyalahkan hal yang salah — biasanya perangkat, padahal penyebabnya geometri atau akustik.

  1. Lumen proyektor dipilih sebelum lebar layar ditetapkan

    Gejala
    Proyektor sudah dibeli sesuai anggaran, lalu layar diperbesar agar baris belakang bisa membaca, dan gambar mendadak terlihat pucat begitu lampu ruangan dinyalakan setengah.
    Sebab
    Luas layar naik kuadratik terhadap lebarnya. Melebarkan layar dari empat menjadi enam meter melipatgandakan luasnya lebih dari dua kali, sementara keluaran proyektor tidak berubah — sehingga terang di layar turun dalam proporsi yang sama.
    Perbaikan
    Urutannya satu arah dan tidak bisa dibalik: tetapkan jarak kursi terjauh, hitung lebar citra minimum, baru hitung lumen yang dibutuhkan untuk lebar itu pada kondisi cahaya yang akan benar-benar dipakai. Menyisakan cadangan terhadap angka lembar data adalah bagian dari perhitungan, bukan kehati-hatian tambahan.

    Pada ruangan ini lebar citra minimum 5,63 m menghasilkan luas layar 17,8 m², dan proyektor 7.000 lumen memberi 27,4 fL setelah cadangan lampu. Untuk kondisi cahaya yang lebih terang, kelas yang dibutuhkan naik ke 10.234 lumen.

  2. Karpet dan gorden dianggap menyelesaikan akustik

    Gejala
    Setelah lantai dikarpet dan dinding samping digorden, suara terdengar lebih tumpul tetapi pengumuman tetap tidak jelas, dan musik terdengar berat dan berlumpur.
    Sebab
    Karpet dan gorden hampir hanya bekerja pada frekuensi menengah dan tinggi. Energi di pita rendah tetap tinggal, sehingga ekor bass justru menjadi lebih menonjol relatif terhadap pita bicara setelah pekerjaan itu selesai. Ruangan terdengar berbeda tanpa menjadi lebih jelas.
    Perbaikan
    Perbaikan pita rendah membutuhkan penyerap dengan ketebalan atau rongga udara di belakangnya, dan ditempatkan di sudut serta pertemuan bidang tempat energi rendah menumpuk. Ini pekerjaan yang berbeda dari melapisi permukaan, dan biayanya tidak sebanding dengan luasnya.

    Pada ruangan ini rasio bass 1,36× dan waktu dengung pada 125 Hz 2,7 detik, terhadap 1,99 detik pada pita tengah.

  3. Daya penguat dinaikkan untuk mengejar kejelasan

    Gejala
    Pengumuman tidak jelas di belakang, volume dinaikkan, baris depan mulai terasa terlalu keras, dan baris belakang tetap tidak menangkap kata-katanya.
    Sebab
    Di luar jarak kritis, menambah daya menaikkan suara langsung dan suara pantul dalam jumlah yang sama, sehingga perbandingan keduanya tidak berubah. Yang bertambah hanya kekerasan, dan kejelasan tetap di tempat.
    Perbaikan
    Yang mengubah perbandingannya hanya tiga hal: mendekatkan loudspeaker ke pendengar dengan sistem terdistribusi atau delay, mempersempit pola pancar sehingga energi tidak jatuh ke plafon dan dinding belakang, dan mengurangi waktu dengung ruangan. Ketiganya mengubah geometri atau serapan; tidak satu pun mengubah angka watt.

    Pada ruangan ini jarak kritis 2,88 m, sementara barisan kursi membentang jauh melewatinya — sebagian besar penonton duduk di wilayah yang didominasi suara pantul.

PERLU DATA ACTA

Yang belum kami ukur di ruangan nyata

Semua angka di halaman ini adalah hitungan dari koefisien publikasi, dan itu ditulis apa adanya. Slot di bawah menunggu pengukuran lapangan ACTA. Kami membiarkannya kosong dan terlihat, bukan mengisinya dengan angka yang terdengar meyakinkan — karena data terukur adalah satu-satunya bagian dari halaman ini yang tidak bisa dibuat ulang siapa pun hanya dengan menulis ulang teksnya.

  • STIPA terukur per zona kursi, sebelum dan sesudah penyetelan

    Belum diisi
    Metode
    Pengukuran STIPA menurut IEC 60268-16 pada minimal enam posisi mewakili baris depan, tengah dan belakang, dengan kebisingan latar tercatat pada tiap posisi.
    Kenapa
    STI adalah satu-satunya kriteria audio yang bisa diverifikasi ulang oleh pihak ketiga. Data STIPA nyata dari auditorium Indonesia sebelum dan sesudah commissioning tidak tersedia di mana pun, dan itu persis jenis data yang membuat halaman ini tidak bisa ditiru.
  • Luminansi layar terukur pada kondisi lampu ruangan nyata

    Belum diisi
    Metode
    Pengukuran luminansi pada sembilan titik bidang layar dengan pola putih penuh, pada tiga skenario pencahayaan ruangan yang benar-benar dipakai saat acara.
    Kenapa
    Perhitungan kecerahan di halaman ini memakai cadangan lampu terhadap angka lembar data. Nilai terukur dari auditorium yang sudah beroperasi akan menunjukkan seberapa jauh cadangan itu tepat, dan itu satu-satunya cara mengoreksinya secara jujur.

Sistem yang kami pasang di ruangan seperti ini

Ada yang tidak cocok dengan kondisi ruangan Anda?

Kirim denah atau foto ruangan — insinyur kami baca dan balas apa adanya.

Dibalas manusia pada hari kerja.